TIPS MEMBUAT WARALABA/KEMITRAAN USAHA

Tips Membuka Waralaba / Kemitraan Usaha Tahun 2010

Membeli bisnis waralaba / peluang usaha (BO) sering dipersepsikan banyak orang sebagai bisnis yang pasti untung, pasti sukses, cepet kaya, dan tidak perlu repot-repot tinggal santai dapat uang banyak. Apakah hal ini benar? Kalau kita lihat kenyataan di lapangan para pembeli waralaba / BO banyak yang gulung tikar, mulai bisnis yang seharga ratusan juta hingga peluang bisnis seharga 2,5 juta, mengapa demikian?

Banyak sekali buku serta majalah yang menjelaskan bahwa sebetulnya faktor penentu utama kesuksesan membeli bisnis waralaba / peluang usaha adalah pembeli usaha (terwaralaba) itu sendiri. Mulai dari pemilihan lokasi yang kurang strategis, tidak mau berpromosi, pelayanan yang kurang menyenangkan bahkan sering tidak mengikuti aturan berlaku di waralaba/BO yang dibelinya. Bagaimana Solusinya?

Berikut beberapa tips untuk Anda seorang franchisee Tofuku:

Anda harus menyukai bisnis franchise yang Anda pilih, jika Anda tidak menyukai bisnis tersebut tentu semangat Anda dalam mengembangkan bisnis franchise tersebut tidak akan optimal.

Seorang franchisee juga harus mengerti karakteristik pasar, sehingga Anda lebih gampang membidik peluang pasar tersebut.

Anda harus membangun jiwa leadership Anda, karena bagaimana pun juga, Anda memiliki karyawan yang dalam hal ini membutuhkan arahan, motivasi serta kontrol dari Anda dalam operasional outlet Anda.

Gali terus kemampuan manajerial yang Anda miliki sebagai pemimpin, karena Andalah yang melakukan fungsi manajemen, mulai dari perencanaan, kontrol, hingga evalusi karyawan Anda.

Melakukan kontroling usaha menggunakan fasilitas sistem yang telah disediakan oleh franchisor karena sistem tersebut sudah lengkap dan mudah digunakan.

Melakukan promosi dan program yang tepat bersama franchisor dan dalam menghadapi kendala lakukan tips-tips yang diberikan franchisor serta bagikan semua persoalan Anda untuk dipecahkan bersama franchisor.

Melakukan pendekatan secara pribadi dengan belajar menguasai produk sehingga customer puas dengan penjelasan kita.

Menjaga mutu usaha Anda dengan menjalankan SOP dengan benar.

Harus banyak menyediakan waktu, tenaga dan pikiran untuk bisnis Anda.

Fokus pada diri sendiri untuk melangkah lebih baik sehingga bisa menguasai eksternal.

Memberikan edukasi kepada konsumen dan raih kepercayaan mereka.

Melakukan marketing strategi untuk menjemput bola.

Menunjukkan dedikasi dan komitmen untuk meraih tujuan, saling percaya dan bekerjasama yang baik dengan franchisor.

Terlibat secara langsung dalam bisnis Anda akan menunjukkan seberapa serius Anda berhasil dalam bisnis tersebut serta mengukur seberapa jauh tingkat kepuasan Anda terhadap bisnis yang Anda jalankan.

Semoga bermanfaat

Read more

MEMULAI USAHA DARI SEBUAH GAGASAN

Bagi mereka yang berniat memulai usaha, pada umumnya masalah pertama yang dihadapi adalah pertanyaan tentang bidang usaha apa yang sebaiknya dijalankan.



Pertanyaan yang kelihatan remeh ini, sesungguhnya mempunyai bobot yang besar sekali artinya dan amat menentukan masa depan perusahaan yang akan didirikan tersebut. Bahkan, kemungkinan besar juga menentukan masa depan sipengusaha sendiri. Jadi, bagaimanakah cara yang paling tepat untuk menentukan bidang usaha ?



Menurut logika, sebuah usaha yang berpeluang untuk berjalan dengan lancar adalah usaha yang tingkat persaingannya kecil, tetapi tingkat kebutuhan pada konsumennya tinggi. Tentu dengan asumsi bahwa faktor-faktor penentu lainnya sudah terpenuhi. Untuk bisa menekan tingkat persaingan sampai sekecil mungkin, maka seyogyanya produk yang akan dijual merupakan produk yang mempunyai sifat-sifat orisinil, belum pernah dibuat orang lain, atau bila produk itu berupa produk yang sudah ada sebelumnya, sebaiknya mempunyai nilai tambah yang tidak dimiliki oleh produk pesaing.



Banyak kejadian memperlihatkan bahwa kecenderungan orang untuk memulai usaha adalah dengan mengikuti trend saat tertentu. Misalnya, kalau sekarang banyak orang mendirikan ruko (rumah-toko) , maka dengan anggapan usaha yang diminati banyak orang itu pasti menguntungkan, lalu beramai-ramai ikut mendirikan ruko. Pola berpikir seperti ini terlalu menggampangkan, seakan-akan menyamakan trend bisnis dengan trend mode. Dibidang mode, kalau saat ini sedang digemari potongan rambut crew-cut (potongan pendek) misalnya, tidak ada masalah bagi siapa saja untuk meniru. Akan tetapi, kalau kita meniru bidang usaha yang sudah begitu banyak orang lain menjalankannya, berarti kita terjun kedalam suatu lahan yang sudah penuh sesak dengan persaingan. Sulit untuk kita bisa berkembang dalam situasi yang demikian, apalagi bila kita pendatang baru yang sudah “kesiangan” (terlambat).



Sejak tahun-tahun 1970-an, pola “ngikut trend” ini banyak dilakukan orang pada bidang-bidang yang segera menjadi jenuh, seperti mendirikan theater, klub malam, taksi, radio swasta niaga, diskotik, mendirikan apartemen, RSS (rumah sangat sederhana), wartel (warung telekomunikasi) dan lain-lain.



Di bidang finansial bahkan menjadi mode bagi sementara orang baik pengusaha maupun bukan, untuk terjun bermain valas (valuta asing), bursa saham bahkan bursa komoditi. Tidak sedikit mereka yang pengetahuannya terbatas tentang bidang-bidang tersebut ikut-ikutan bermain, lalu tiba-tiba, tanpa mengerti sedikitpun tentang alasannya, uangnya dinyatakan amblas tidak bisa dicegah lagi. Kejadian seperti ini terlalu mengerikan untuk dialami oleh setiap calon wiraswastawan yang punya idealisme.



Alex S. Nitisemito dalam bukunya “Memulai Usaha Dengan Modal Kecil”, memberikan contoh yang bagus tentang seorang pemilik kebun apel yang pada suatu hari menemukan buah apel yang jatuh ketanah bekas dimakan burung. Karena buah apel tersebut ternyata berbau anggur, maka timbullah gagasannya untuk mendirikan usaha minuman sari buah apel.

Yang demikian itu merupakan ide orisinil. Bukan tiruan atau menjiplak ide orang lain. Henry Ford memulai usaha dengan gagasan untuk membuat mobil yang baik bagi masyarakat banyak dengan harga terjangkau, dan usahanya sukses. Begitu juga Bill Gates yang berangan-angan untuk “mengkomputerkan” seluruh dunia, ternyata melesat begitu cepatnya menjadi raja komputer sejagat.



Ide atau gagasan tidak selalu datang begitu saja tanpa disangka-sangka, sehingga orang tidak akan bisa mengetahui kapan ide itu akan datang. Jangan menunggu datangnya ilham, atau mengharapkan bisikan gaib melalui mimpi saat tidur. Ide harus dikejar, dipikirkan dan dicari. Ini suatu bukti yang menguatkan bahwa kewiraswastaan adalah “kerja otak” bukan “kerja otot”. Gagasan bisa datang dan terjadi kapan saja, maka kita harus selalu waspada. Seperti contoh di atas, pemilik kebun apel ada dalam keadaan waspada sehingga ia bisa mencetuskan sebuah ide besar berdasarkan sebuah kejadian kecil. Kalau tidak, ribuan buah apel bekas dimakan burung yang berjatuhan keatas tanah, tetap tinggal membusuk tanpa arti apa-apa bagi siapa pun.





Rusman Hakim
Pengamat Kewirausahaan
Email: rusman@gacerindo.com
Blog: http://rusmanhakim.blogspot.com
Group: gacerindo-club@yahoogroups.com
Mobile: 0816-144.2792


sumber: Gacerindo.com

Read more

DATA ESTIMASI BIAYA INVESTASI WARNET

DATA ESTIMASI BIAYA INVESTASI WARNET

 

No       Item                 Qty     unit       Harga   Total

1          Sewa Tempat   3        tahun   

2          Meja Client      10       Buah    Rp

3          Kursi Client      10       Buah    Rp

4          Kursi extra       10       Buah    Rp

5          Meja Kasir       1          Buah    Rp

6          Kursi Kasir       1          Buah    Rp

7          PC Client         10        unit       Rp

8          PC Billing         1          unit       Rp

9          Printer Billing    1          Buah    Rp

10        Printer Client    1          Buah    Rp

11        Scanner            1          Buah    Rp

12        LAN (perangkat + Instalasi)     unit       Rp

13        Modem ADSL 1          unit       Rp

14        Interior 1                      unit       Rp

15        Kelistrikan        1          unit       Rp

16        Legal Formal (Ijin,bdn hokum)unit         Rp       

                                                Total Investasi  Rp

 

 

Tabel Biaya Investasi

 

Tabel investasi ini adalah contoh investasi untuk sebuah warnet dengan 10 client + 1 Billing.  Kondisinya bisa berbeda untuk setiap daerah, karena itu sesuaikan kuantitas dan kualitas tabel sesuai dengan kondisi yang anda hadapi.

 

Untuk biaya operasional, contohnya adalah sbb:

No       Item     Qty      unit       Harga   Total

1          ISP      1          unit       Rp

2          SDM    3          orang    Rp

3          PLN     1          unit       Rp

4          Perawatan        1unit     Rp

5          Telepon1          unit       Rp

6          ATK    1          unit       Rp

7          Amortisasi1      unit       Rp

8          Promosi1          unit       Rp

            Biaya Operasional        Rp

Read more

BISNIS WARNET EKONOMIS

BISNIS WARNET

A.Permodalan :

  1. Peralatan Komputer (10 Komputer Client dan 1 Server dan Software )
  2. Peralatan Listrik ( Networking, Kabel,dll)
  3. Peralatan Furniture (Meja,karpet,kursi)
  4. Instalasi Komputer, Jaringan, Listrik
  5. Biaya Lain ( Survei dan Promosi Awal, Transpor )
  6. Total Rp 50.000.000 

B. Prediksi Laba Usaha

1. Pendapatan Usaha   

Jenis Pendapatan  Harian Bulanan

Rental Internet     70.000   2.100.000

Rental Game       175.000    5.250.000

Cetak Foto Digital 15.000       450.000

Print      -                                   900.000

 Total Pendapatan                   8.700.000

 2. Biaya Usaha Koneksi Internet             700.000

 Pegawai Admin                                        2.100.000

 Franchise Fee ( 5 % Pendapatan)             435.000

 Sewa Tempat                                                 600.000

 Perlengkapan, Promosi, Telpon                          100.000

 Kertas dan Tinta                                                   100.000

 Support System                                                    450.000

 Listrik                                                                    600.000

 Total Biaya                                                        5.085.000

 

3. Untung dan Prediksi Balik Modal

Untung Investor                                   Rp 3.615.000/bulan

Balik Modal Investor    14 bulan

 

Read more

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penghitungan penjualan dan biaya yang dikeluarkan, usaha ‘Warung Sehat’ layak untuk didirikan. Adapun beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu :

  1. Perlunya penangan biaya operasional sekecil mungkin, terutama yang berkaitan dengan biaya pembuatan makanan dan minuman
  2. Peninjauan lokasi yang sesuai dengan target
  3. Penanganan biaya asset sekecil mungkin
  4. Peningkatan kualitas dari produk yang dihasilkan
  5. Peningkatan pelayanan

TERIMA KASIH UNTUK 

Ratih Amelia            

Redya Febriyanto  

Wisnu Manupraba 

Read more

FINANCIAL PEFORMANCE

1.1.  Permodalan

Struktur Permodalan merupakan modal sendiri, dimiliki oleh Ratih Amelia sebesar Rp 100.000.000,- sehingga dapat memenuhi pengeluaran yang dibutuhkan.

Start-up

 

 

Requirements

 

 

 

Start-up Expenses

 

Legal

Rp300,000

Stationery, dll.

Rp500,000

Rent

Rp6,000,000

Building Reconstruction and Improvement

Rp2,000,000

Cashir Machine

Rp1,500,000

Microwave and Refrigerator

Rp3,000,000

Gas Stove

Rp700,000

Eating Set

Rp5,000,000

Table and Chair

Rp3,000,000

Other

Rp5,000,000

Total Start-up Expenses

Rp27,000,000

 

 

Start-up Assets

 

Cash Required

Rp1,000,000

Other Current Assets

Rp0

Long-term Assets

Rp12,000,000

Total Assets

Rp13,000,000

 

 

Total Requirements

Rp40,000,000

 

1.2.  BEP

Proyeksi keuangan ‘Warung Sehat’ akan didasarkan pada beberapa asumsi berikut ini:

a.       Tingkat suku bunga stabil sebesar 5,75%

b.       Rata-rata penjualan dalam sehari adalah 10-30 Makanan Berat, 10-20 Minuman dan 10-20 Makanan Ringan

 

Break Even Analysis

 

Monthly Unit Break Even

233

Monthly Revenue Break Even

Rp1,162,800

 

 

Assumptions

 

Average per unit revenue

Rp5,000

Average per unit variable cost

Rp700

Fixed cost

Rp1,000,000

1.3.  Milestone

Tabel berikut ini memperlihatkan beberapa milestones yang penting dalam perencanaan dan implementasi ‘Warung Sehat’

 

Milestone

Start Date

End Date

Budget

Manager

Department

Complete Business Plan

16-January-08

16-January-08

Rp0.00

Ratih Amelia

 

Planning

01-February-08

01-March-08

Rp4,000,000

Ratih Amelia

Owner

Hire staff

01-March-08

07-March-08

Rp1,500,000

Ratih Amelia

Owner

Distribute flyer

07-March-08

10-March-08

Rp100,000

Staff

Management

Buy All Equipment

07-February-08

13-March-08

Rp7,000,000

Ratih Amelia

Manager

Open for Bussiness

17-March-08

17-March-08

Rp0.00

Staff

Management

Next promotion

17-March-08

17-April-08

Rp500,000

Staff

Management

Start Laundry Business

07-March-08

07-March-08

 

Staff and Manager

Manager

Total

 

 

Rp9,100,000

 

 

 

1.4.  Sales Forecast

‘Warung Sehat’ diperkirakan adanya kenaikan jumlah penjualan sebesar 10-20% per tahun.

Sales Forecast

 

 

 

 

 

 

 

FY 2008

FY 2009

FY 2010

FY 2011

FY 2012

Unit Sales

 

 

 

 

 

Makanan Berat

4,475

5,050

6,120

7,100

8,400

Makanan Ringan

2,900

3,200

3,500

4,000

4,500

Minuman

2,900

3,200

3,500

4,000

4,500

Total Unit Sales

10,275

11,450

13,120

15,100

17,100

 

 

 

 

 

 

Unit Prices

FY 2008

FY 2009

FY 2010

FY 2011

FY 2012

Makanan Berat

Rp10,000.00

Rp10,000.00

Rp10,000.00

Rp10,000.00

Rp10,000.00

Makanan Ringan

Rp4,000.00

Rp4,000.00

Rp4,000.00

Rp4,000.00

Rp4,000.00

Minuman

Rp5,000.00

Rp5,000.00

Rp5,000.00

Rp5,000.00

Rp5,000.00

 

 

 

 

 

 

Sales

 

 

 

 

 

Makanan Berat

Rp44,750,000

Rp50,500,000

Rp61,200,000

Rp71,000,000

Rp84,000,000

Makanan Ringan

Rp11,600,000

Rp12,800,000

Rp14,000,000

Rp16,000,000

Rp18,000,000

Minuman

Rp14,500,000

Rp16,000,000

Rp17,500,000

Rp20,000,000

Rp22,500,000

Total Sales

Rp70,850,000

Rp79,300,000

Rp92,700,000

Rp107,000,000

Rp124,500,000

 

 

 

 

 

 

Direct Unit Costs

FY 2008

FY 2009

FY 2010

FY 2011

FY 2012

Makanan Berat

Rp6000

Rp6000

Rp6000

Rp6000

Rp6000

Makanan Ringan

Rp2500

Rp2500

Rp2500

Rp2500

Rp2500

Minuman

Rp2500

Rp2500

Rp2500

Rp2500

Rp2500

 

 

 

 

 

 

Direct Cost of Sales

FY 2008

FY 2009

FY 2010

FY 2011

FY 2012

Makanan Berat

Rp26,850,000

Rp30,300,000

Rp36,720,000

Rp42,600,000

Rp50,400,000

Makanan Ringan

Rp7,250,000

Rp8,000,000

Rp8,750,000

Rp10,000,000

Rp11,250,000

Minuman

Rp7,250,000

Rp8,000,000

Rp8,750,000

Rp10,000,000

Rp11,250,000

Subtotal Direct Cost of Sales

Rp41,350,000

Rp46,300,000

Rp54,120,000

Rp62,600,000

Rp72,900,000

 

1.5.  Projected Profit and Loss

 

Pro Porma Profit and Loss

 

 

 

 

2006

2007

2008

Sales

Rp70,850,000

Rp79,300,000

Rp92,700,000

Direct Cost of Sales

Rp41,350,000

Rp46,300,000

Rp54,120,000

Other

Rp0

Rp0

Rp0

 

 

 

 

Total Cost of Sales

Rp41,350,000

Rp46,300,000

Rp54,120,000

Gross Margin

Rp29,500,000

Rp33,000,000

Rp38,480,000

Gross Margin %

41.63

41.63

41.51

Expenses:

 

 

 

Payroll

Rp25,200,000

Rp27,400,000

Rp30,000,000

Depreciation

Rp1,000,000

Rp1,000,000

Rp1,000,000

Utilities

Rp1,500,000

Rp2,000,000

Rp2,000,000

Total Operating Expenses

Rp27,700,000

Rp30,400,000

Rp33,000,000

 

 

 

 

Profit Before Taxes and Interest

Rp1,800,000

Rp2,600,000

Rp5,480,000

Interest Expenses

Rp0

Rp0

Rp0

Taxes incurred

Rp2,000,000

Rp2,000,000

Rp2,000,000

Net Profit

-Rp200,000

Rp600,000

Rp3,480,000

Net Profit/sales

-0.28

0.75

3.75

 

1.6.  Proyeksi dan Cash Flow

 

Pro Forma Cash Flow

 

 

 

 

2007

2008

2010

Cash Received

 

 

 

Cash fom operations:

 

 

 

Cash Sales

Rp70,850,000

Rp79,300,000

Rp92,700,000

Cash from receivables

Rp0

Rp0

Rp0

Subtotal Cash from operations

Rp70,850,000

Rp79,300,000

Rp92,700,000

Additional Cash Received

Rp0

Rp0

Rp0

Subtotal Cash Received

Rp70,850,000

Rp79,300,000

Rp92,700,000

 

 

 

 

Expenditures

 

 

 

Expenditures from Operations

 

 

 

Cash Spending

Rp41,350,000

Rp46,300,000

Rp54,120,000

Payment of Account Payable

Rp25,200,000

Rp27,400,000

Rp30,000,000

Subtotal Spent on Operations

Rp66,550,000

Rp73,700,000

Rp84,120,000

Additional Cash Spent

Rp4,250,000

Rp4,500,000

Rp5,840,000

Subtotal Cash Spent

Rp70,800,000

Rp78,200,000

Rp89,960,000

 

 

 

 

Net Cash Flow

Rp50,000

Rp1,100,000

Rp2.740,000

Cash Balance

Rp350,000

Rp1,450,000

Rp4,190,000

 

 

Read more